SUARA INDONESIA LAMONGAN

Pasangan YESBRO Siap Kembangkan Waduk Prijetan Jadi Destinasi Wisata Nasional

M Nur Ali Zulfikar - 10 October 2020 | 21:10
Politik Pasangan YESBRO Siap Kembangkan Waduk Prijetan Jadi Destinasi Wisata Nasional
Cabup Yuhronur Efendi saat meninjau waduk prijetan

LAMONGAN - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan KH. Abdul Rouf (YESBRO) berkomitmen mengembangkan waduk prijetan menjadi destinasi wisata nasional.

Hal itu diungkapkan, Calon Bupati (Cabup) Lamongan Yuhronur Efendi, saat melihat waduk yang terletak di Desa Mlati, Kecamatan Kedungpring, Sabtu (10/10/2020), sore.

CEO Persela Lamongan tersebut mengungkapkan, waduk prijetan merupakan salah satu waduk yang secara administratif terletak di desa Mlati, Kedungpring. Berada diujung selatan dari pusat kota sekitar 30,19 kilometer.

Pria yang akrab disapa pak YES ini mengatakan, waduk ini juga dikenal dengan sebutan waduk Krakah. Menurut beberapa sumber, waduk ini dibangun pada tahun 1909, setelah itu selesai dan diresmikan pada tahun 1917. 

“Tempat ini sangat indah sekali dan pemandangannya juga sangat bagus. Saya benar benar terpesona, saya yakin ini nanti bisa jadi wisata nasional," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan 2011 - 2020 ini.

Pak YES menerangkan, waduk ini sangat sarat dengan nilai sejarah, karena diresmikan tahun 1917 di masa penjajahan. Bahkan pernah dikunjungi menteri luar negeri Belanda, yang orang tuanya ketika itu membangun waduk ini dan dimakamkan disekitar waduk.

Pria yang dikenal akrab dengan semua lapisan masyarakat ini juga menegaskan bahwa, lokasi waduk ini untuk jadi tempat pariwisata yang bagus, diperlukan akses jalan yang bagus juga, oleh karena itu, kedepannya Yuhronur berkomitmen akan memperbaiki infrastruktur jalan masuk ke tempat waduk.

"Untuk saat ini, waduk prijetan berfungsi untuk pengairan masyarakat, khususnya petani. Waduk dengan luas sekitar 231 hektar, dari kapasitas penampungan awal sekitar 12 juta meter kubik air, saat ini berkurang menjadi sekitar 9,7 meter kubik karena sedimentasi. Sangat potensi jadi wisata yang ramai pengunjung," pungkasnya

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : M Nur Ali Zulfikar
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya