SUARA INDONESIA LAMONGAN

Dapat Keluhan Kekeringan di Kecamatan Kedungpring, Cabup Yuhronur Efendi Komitmen Sediakan Ekskavator

M Nur Ali Zulfikar - 10 October 2020 | 20:10
Politik Dapat Keluhan Kekeringan di Kecamatan Kedungpring, Cabup Yuhronur Efendi Komitmen Sediakan Ekskavator
Cabup Yuhronur Efendi tampak akrab bercengkrama dengan warga Desa Blawirejo

LAMONGAN - Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Lamongan nomor urut 2, Yuhronur Efendi menyapa masyarakat di Desa Blawirejo, Kecamatan Kedungpring, (10/10/2020), siang.

Dalam kunjungan tersebut, Yuhronur Efendi mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait musibah kekeringan di setiap kali musim kemarau datang. Masyarakat mengaku kadang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari hari. 

Cabup yang didampingi Cawabup KH. Abdul Rouf ini menerima keluhan dari masyarakat dengan antusias. Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan ini juga tanpa canggung ngopi bersama masyarakat di sebuah warung kopi di tengah persawahan.

CEO Persela Lamongan ini dalam programnya juga akan menyiapkan satu ekskavator satu kecamatan. Tujuan utamanya untuk memperbanyak waduk atau embung-embung Desa,.agar bisa menjadi tampungan air. 

“Kita nanti akan memperbanyak embung-embung Desa dengan cara memberikan satu ekskavator untuk satu kecamatan, agar bisa digunakan dan difungsikan untuk memperbanyak embung-embung Desa serta normalisasi saluran-saluran air yang ada," ungkap pria yang 34 tahun berpengalaman mengelola tata pemerintahan ini.  

Selain untuk irigasi, ujar Yuhronur, program satu ekskavator untuk satu kecamatan ini juga bisa berfungsi untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak dan membuka akses-akses jalan yang sempit, sehingga infrastruktur jalan yang ada di Lamongan bisa membaik dan bisa membangkitkan perekonomian.

"Tentu ekskavator ini juga akan membantu proses pembangunan infrastruktur jalan. Karena untuk membangkitkan perekonomian, infrastrukturnya harus tertata dengan baik," ujar pria yang sukses menjadikan Bank Daerah Lamongan sebagai pusat percontohan.

Sementara itu, Aryo salah satu warga setempat mengeluh sering gagal panen akibat kekurangan air. Selain itu juga akibat diserang hama tikus dan wereng. “Daerah disini itu banyak gagal panen pak karena terjadi kelangkaan air untuk pertanian," terangnya

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : M Nur Ali Zulfikar
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya